Cara Tepat Menanam Buah Melon

By | October 6, 2018

Cara Tepat Menanam Buah Melon

Syarat tumbuh tumbuhan melon antara lain dominan pada wilayah budidaya, kandungan tanah, serta hal-hal lainnya. Perhatikan susunan di bawah ini untuk memahami syarat tumbuh tumbuhan melon.

  • Daerah budidaya mestilah wilayah di tempat dengan elevasi 300 sampai 900 meter di atas permukaan laut
  • Tanah lokasi melon dibudidayakan lebih baik ialah tanah liat
  • Tanah pun harus mempunyai kadar keasaman netral, yang diperlihatkan dengan pH berkisar 5,5 sampai 7
  • Tanah tidak terlampau basah namun mempunyai sumber air yang jelas

Demikianlah kriteria-syarat tumbuh yang mesti terpenuhi. Jika kriteria sudah terpenuhi, maka melon bisa segera dibudidayakan pada lahan budidaya yang sudah disiapkan.

Cara Menanam dan Budidaya Melon yang Tepat

Persiapan media tanam; tanah sebagai media tanam laksana telah dilafalkan sebelumnya mesti melewati serangkaian pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan tanah dilaksanakan untuk menemukan tanah yang sangat sesuai guna menjadi media tanam melon. Hal kesatu yang mesti dilakukan ialah menggenangi lahan sekitar semalaman. Keesokan harinya mulailah mengerjakan pembajakan pada lahan dengan kedalaman kira-kira 30 cm.

Di samping itu, persiapkan pun saluran air berupa parit untuk mempermudah pengairan. Campurkan pun pupuk kandang dan pupuk kimia kemudian aduk merata dengan tanah.

Pembibitan; bibit untuk menempatkan melon diperoleh dari biji buah melon atau dengan melakukan pembelian di toko-toko. Namun sebelum ditanam, bibit terlebih dahulu mesti melewati proses persemaian. Persemaian dilaksanakan dengan merendamnya dalam air sekitar 4 jam tidak cukup lebih. Setelah direndam, maka dapat dibuka menanam embrio pada tanah dengan gabungan pupuk kandang. Campuran tanah dan pupuk kandang mempunyai

perbandingan 5 : 1. Siramlah bibit yang sudah disemai secara teratur sampai tumbul selama 4 helai daun. Tanda tumbuhnya daun ini adalahtanda bahwa tumbuhan melon bisa dipindahkan, ke media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya.

Penanaman; andai bibit telah melewati persemaian, maka lakukanlah penanaman pada media tanam. Tanamlah bibit beserta tanah persemaiannya untuk mempermudah adaptasi sesudah pemindahan. Jika sudah dilaksanakan penanaman, maka lakukanlah perawatan secara teratur untuk menyokong pertumbuhan tumbuhan melon.

Perawatan; lakukanlah penyulaman andai ada bibit yang tidak bagus ataupun mati. Hindari penyulaman di siang hari untuk mempermudah bibit baru melekat. Di samping penyulaman, dapat dilaksanakan penyiangan. Penyiangan ialah upaya mengawal tanaman melon dari tumbuhan pengganggu. Sehingga lakukanlah penyiangan seperlunya guna menjaga situasi tumbuhan. Setelah penyiangan, lakukan pun pemupukan. Pemupukan dilaksanakan saat usia tumbuhan 20 hari dan seterusnya per 20 haru kemudian. Pupuk-pupuk yang diserahkan antara lain ialah pupuk urea, pupuk kandang, dan pupuk KCL. Jika melon yang dibudidayakan ialah melon organik, maka gunakanlah pupuk non-organik. Bentuk perawatan yang sangat penting ialah pengairan. Setiap tanaman tidak dapat kekurangan asupan air, sampai-sampai pastikanlah melon menemukan asupan air yang cukup. Lihat situasi tanah, tidak boleh sampai kering dan tetap jaga kelembabannya. Jika telah mulai berbuah, maka pengairan bisa dikurangi pemberiannya.

Pencegahan hama dan penyakit; dalam membudidayakan melon, terdapat sejumlah hama dan penyakit yang dapat menakut-nakuti keberlangsungan perkembangan tanaman. Lakukan pencegahan dengan membalut calon buah melon dengan kantong plastik, andai buah-buah telah mulai bermunculan.

Pemanenan; kerjakan pemanenan sesudah masa tidak cukup lebih 3 bulan penanaman. Usia tersebut ialah usia buah matang dengan ciri-ciri kulitnya mulai menguning, buah mulai terhirup wangi segarnya, dan terbentuk lapisan pemisah tangkai buah. Lakukan pemanenan dengan mencukur buah dari tangkainya. Simpanlah buah pada lokasi kering dan sejuk. Lalu melon telah siap dipasarkan. Sumber : www.faunadanflora.com