Cara ternak ayam kampung

By | September 20, 2018

Table of Contents

Cara ternak ayam kampung

Sebagian orang menganggap ternak ayam kampung serupa bersama ayam buras. Padahal tersedia perbedaan istilah pada ayam buras dan ayam kampung. Istilah ayam buras digunakan untuk menyebut tipe ayam yang bukan ras, untuk membedakannya bersama golongan ayam ras seperti ayam broiler ayam ras petelur. Ayam kampung terhitung golongan ayam buras. Jenis-jenis ayam buras lain diantaranya ayam bangkok, ayam pelung, ayam arab, ayam kedu, ayam katai, ayam nunukan dan lain-lain.

Cara ternak ayam kampung

Awalnya ternak ayam kampung banyak ditunaikan secara subsisten dengan sebutan lain sebagai sampingan saja. Ayam kampung dipelihara di pekarangan-pekarangan bersama sistem umbaran, atau di terlepas liarkan. Tujuan ternak ayam kampung untuk diambil dagingnya karena memproses telurnya relatif rendah.

Seriring meningkatnya permohonan ayam kampung baik daging maupun telurnya, ternak ayam kampung kini banyak diusahakan secara semi intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tidak cuma diambil dagingnya, melainkan banyak yang berorientasi terhadap telur.

Untuk memproses telur, beberapa peternak lebih pilih tipe ayam buras lainnya yang miliki produktivitas lebih tinggi. Diantaranya tipe ayam arab dan ayam pocin. Dimana karakteristik telurnya serupa bersama ayam kampung. Sebagai perbandingan, produktivitas telur ternak ayam kampung cuma capai 115 butir per tahun, tetapi ayam arab mampu capai 225 butir telur per tahun.

Sistem ternak ayam kampung
Seperti udah disinggung sebelumnya, tersedia bermacam metode ternak ayam kampung. Yaitu bersama sistem umbaran dan semi intensif. Metode ternak ini pilih tipe kandang yang perlu disiapkan.

a. Sistem umbaran
Untuk ternak ayam kampung sistem umbaran, tidak tersedia keputusan wujud kandang. Oleh karena itu kerap terhitung disebut kandang asalan. Hal paling penting kandang selanjutnya mampu merawat ayam dari dinginnya malam dan tangan-tangan jahil. Payam sistem umbaran, ayam dibiarkan terlepas liar. Pada pagi hari ayam dilepaskan dan menjelang sore ayam dimasukkan dalam kandang.

Sistem umbaran ini sesuai ditunaikan di desa-desa yang tetap huniannya tetap miliki pekarangan luas. Dengan sistem umbaran, peternak lebih irit dalam mengimbuhkan pakan dan perawatan harian. Ayam biasanya mencari tambahan pakan sendiri. Namun kelemahannya, produktivitas ternak ayam kampung bersama sistem ini terlampau rendah. Selain itu, ayam menjadi liar apalagi sampai tidak senang masuk kandang dan tidur bersama bertengger di pohon-pohon.

Perkawinan terhadap ternak ayam kampung sistem umbaran berjalan secara alami seperti di alam bebas. Biasanya betina yang bertelur dapat mengerami telurnya sendiri sampai menetas dan pelihara anak-anak mereka. Peternak cuma perlu menyediakan daerah mengeram yang nyaman bagi induk betina.

b. Sistem semi intensif
Untuk sistem semi intensif mampu digunakan kandang tipe pekarangan. Kandang tipe ini berwujud hamparan lahan yang sekelilingnya dipagari sehingga ayam tidak mampu terlihat dari lingkungan kandang. Dalam areal kandang disediakan kandang terutup daerah ayam beristirahat atau berteduh dari hujan.

Tipe kandang pekarangan sebaiknya dibiarkan beralaskan tanah dan ditumbuhi hijauan seperti rerumputan. Sesekali tanah mampu dicangkuli sehingga tidak terlampau padat sehingga cacing tanah mampu tumbuh untuk pakan alami ayam. Tipa kandang lain seperti tipe postal dan tipe baterai jarang digunakan untuk ternak ayam kampung. Alasannya, karena biaya pembuatan dan operasionalnya tidak seimbang bersama produktivitas ayam kampung. Kecuali untuk beberapa tipe ayam buras lainnya seperti ayam arab, ayam poncin, ayam nunukan dan ayam kampung unggul hasil silangan.

Perkawinan terhadap sistem semi intensif, pakai kandang koloni. Kandang berukuran luas 1×2 mtr. bersama tinggi 0.75-100 cm. Kandang sebesar ini mampu dihuni oleh 6 induk betina dan 1 ekor jantan. Perkawinan mampu berjalan dalam beberapa hari. Setelah induk betina dikawini pejantan, dalam tempo tiga hari telur yang dihasilkan mampu dipastikan fertil atau mampu menetas (tiga hari terhitung sejak kawin bukan masuk kandang).

Telur yang dihasilkan dalam kandang koloni segera dikeluarkan dan diambil untuk dierami oleh indukan lain. Atau mampu terhitung dierami unggas lain seperti entog atau bebek. Atau mampu pakai inkubator. Bila indukan betina dalam kandang koloni mengalami era mengeram mampu dihilangkan bersama diguyur atau direndamnya dalam air bersih.

Memelihara ayam kampung
Ayam kampung merupakan ayam lokal asli. Konon ayam ini berasal dari ayam hutan yang dijinakan. Jangan terkecoh bersama jenis-jenis ayam buras lain seperti ayam katai dan ayam arab. Meskipun kini banyak dijumpai hasil silangan ayam kampung untuk meningkatkan produktivitasnya. Kelebihan ayam kampung membawa kekuatan tahan yang lumayan kuat terhadap penyakit.

Bibit ayam kampung mampu didapatkan bersama membeli dalam wujud telur, Day Old Chicken (DOC), atau indukan. Bila membeli dalam wujud telur, pastikan tahu asal-usul telur tersebut. Bila pilih bibit dari DOC, kenali beberapa ciri yang baik pada lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Ternak ayam kampung biasanya tidak membedakan pada ayam petelur dan ayam pedaging. Produktivitas bertelur ayam kampung terlampau rendah, kurang lebih 115 butir per tahun. Pertumbuhannya terhitung lambat, sampai usia 2 bulan ukuran ayam tetap sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru terhadap usia 8-12 bulan ayam kampung udah siap untuk ukuran konsumsi.

Ada analisis salah tentang ayam kampung, yakni ayam betina cuma mampu bertelur jikalau dikawini oleh pejantan. Pendapat itu keliru, karena ayam kampung seperti terhitung ayam ras petelur dan unggas lainnya mampu bertelur meski tidak dikawini. Ayam kampung terhitung mampu produktif asal mendapatkan perlakuan dan pertolongan pakan yang tepat. Telur yang dihasilkan karena tidak dikawini infertil dan tidak dapat menetas.Ayam kampung udah mampu bertelur setelah berumur 6 bulan.

Tidak seperti ayam ras, betina ayam kampung membawa naluri yang tinggi untuk mengerami telur dan pelihara anaknya. Saat periode mengerami dan mengasuh anak, ayam betina menjadi agresif untuk merawat anaknya.

Ada perihal yang perlu dipantang dalam ternak ayam kampung asli, yakni jangan mengurung ayam 24 jam dan jangan cuma mengimbuhkan pakan pabrikan saja. Bila kedua perihal selanjutnya dilakukan, siap-siap untuk merugi. Ayam kampung asli yang dikurung 24 jam bermakna perlu diberikan pakan buatan secara tetap menerus. Alhasil, karena pertumbuhannya lambat, biaya pakan yang dikeluarkan tidak dapat menutupi biaya produksi.

Jadi bagaimana langkah pelihara ayam kampung sehingga untung? Biarkan pekarangan di dalam pagar beralaskan tanah ditumbuhi rerumputan. Lingkungan seperti itu dapat mengimbuhkan pakan alami bagi ayam. Hijauan dapat tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah terhitung mampu mencukupi kebutuhan protein ayam. Ada rutinitas ayam memakan kerikil untuk menopang pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan tidak secara intensif, cuma 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam mencarinya sendiri.

Pakan ayam kampung
Tidak banyak pabrikan yang memproses pakan untuk ayam kampung, beberapa tersedia pakan untuk ayam buras tipe lain seperti ayam arab, ayam poncin, ayam kampung unggul. Bila pakan ayam ras diberikan untuk ternak ayam kampung mampu dipastikan biaya produksinya terlampau mahal.

Untuk menyiasati mahalnya pakan, peternak mampu meramu pakan buatan. Ayam kampung memerlukan pakan yang mempunyai kandungan protein kasar 12% dan kekuatan sebesar 2500 kkal/kg. Berikut langkah sebabkan pakan untuk ayam kampung:

Pakan untuk ayam usia 0-2 bulan mampu pakai pakan ayam broiler. Untuk usia ayam 2-4 bulan mampu diberikan pakan broiler dicampur bersama dedak dan jagung bersama perbandingan 1:3:1.
Untuk ayam bersama usia di atas 4 bulan, mampu diberikan campuran pada layer dan dedak atau jagung bersama perbandingan 1:2. Berikan pula hijauan sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan kurang lebih 7-8 gram per hari, mampu diberikan 2-3 kali sehari.
Untuk ayam yang masuk periode bertelur, biasanya usia lebih dari 6 bulan, berikan pakan berwujud campuran dari layer dan dedak bersama perbandingan 1:1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, mampu diberikan 2-3 kali sehari.
Bila tidak senang membeli pakan pabrikan, mampu dibuatkan pakan dari sumber alternatif. Berikut bahan-bahan yang mampu dijadikan pakan untuk ternak ayam kampung: talas (umbi dan daunnya), beras paling murah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong. Cara membuatnya menyaksikan tips di bawah.
Sebagai pakan tambahan mampu dicarikan sisa-sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan pangan seperti ampas tahu.
Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat sehingga tumbuh hijauan terhitung menopang menyediakan pakan tambahan bagi ayam kampung.

Pemanenan dan penjualan
Berbeda bersama ternak ayam ras, ternak yam kampung biasanya tidak fokus terhadap telur atau daging saja. Melainkan ditunaikan secara sekaligus baik daging maupun telur. Jadi, penjualan ayam kampung terhitung tidak ketat terhadap hari atau bulan ke sekian ayam perlu dipanen. Peternak membawa keleluasaan untuk menanti harga terbaik.

Ayam kampung mampu dikonsumsi setelah usia lebih dari 8 bulan. Bila harga terhadap pas itu, tidak menarik peternak mampu menanti sampai usia 12 bulan atau lebih. Ayam mampu diarahkan untuk diambil telurnya saja. Kecuali untuk telur, jikalau telur yang dihasilkan infertil perlu tetap dijual karena dapat busuk. Namun jikalau telurnya fertil atau mampu menetas, peternak mampu menunda menjualnya dan telur mampu tetap dierami indukan ayam dan ditetaskan.