Jaringan dalam Komputer

By | January 15, 2019

Jaringan dalam Komputer

Jaringan dalam Komputer

Jaringan dalam Komputer

Jaringan dalam komputer berdasar pada rentang geografis yang dicakup oleh jaringan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu LAN, MAN, dan WAN.

a. Local Area Network (LAN)

Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya
dijadikan sebuah file server yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktivitas jaringan ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam hardisknya selain aplikasi untuk jaringan.

Media LAN merupakan jaringan dalam komputer yang mencakup area dalam satu ruang, gedung yang berdekatan. Misalnya jaringan dalam satu sekolah yang terpadu atau di sebuah lokasi perusahaan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Secara administrasi LAN ini dapat dilakukan sendiri oleh seorang atau beberapa administrator (orang yang bertugas dan bertanggungjawab
memelihara jaringan agar tetap berjalan normal). Menurut tipe aksesnya, LAN dapat berupa client-server atau peer to peer.

1) Client-server (server based)

Client-server merupakan suatu model jaringan yang memiliki client dan server. Client adalah komputer yang meminta layanan (dapat berupa data atau perangkat keras misalnya printer), sedangkan server adalah komputer yang bertindak untuk melayani permintaan client.
Fungsi server sendiri sebenarnya adalah berupa perangkat lunak yang dijalankan oleh perangkat keras.
Macam server dan fungsinya adalah sebagai berikut.
a) File server, yaitu server yang menangani berkas yang dapat diakses oleh client.
b) Print server, yaitu server pengontrol printer yang dapat digunakan oleh client.
c) Web server, yaitu server yang menangani halaman-halaman web yang dapat diakses oleh browser.
d) Mail server, yaitu server yang menangani surat elektronis.
e) Fax Server, yaitu server yang digunakan untuk mengelola penggunaan fax.

Keuntungan dari sistem jaringan client-server adalah sebagai berikut.
a) Menyediakan user account, sistem keamanan, dan access control secara terpusat
untuk menyederhanakan pengelolaan jaringan .
b) Dengan menyediakan peralatan yang lebih powerfull, akan berakibat pengaksesan
jaringan menjadi lebih baik.
c) User hanya mengingat satu password untuk menjadi lebih baik.

Kekurangan dari sistem jaringan client-server adalah sebagai berikut.
a) Pada saat server mengalami kerusakan, maka akan mengakibatkan sistem jaringan tidak
dapat digunakan.
b) Dibutuhkan user yang memiliki kemampuan untuk mengelola server.
c) Budget yang dibutuhkan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sistem jaringan peer to peer.

2) Peer to-peer (workgroup)

Peer to-peer merupakan model jaringan yang dapat memberikan kedudukan yang sama terhadap komputer, tak ada yang bertindak sebagai server atau client sehingga tidak ada media penyimpanan yang bersifat umum. Pada model ini, dua komputer dapat berhubungan secara lang-sung tanpa tergantung pada server. Model ini lebih murah daripada client-server, tetapi model ini hanya dapat berjalan jika komputernya berjumlah tidak lebih dari 25 buah. Peer to peer juga dikenal dengan istilah workgroup. Jenis jaringan ini relatif sederhana. Pada jenis ini tidak memerlukan software sistem operasi yang dirancang dan disediakan untuk dedicated server. Dedicated server hanya berfungsi sebagai server saja, tidak digunakan sebagai client atau workstation.

Karakteristik jaringan peer to peer adalah sebagai berikut.
a) Minimal ada satu komputer yang berlaku sebagai server (pusat data). Semua komputer
dapat berfungsi sebagai server, tergantung dari setup-nya.

b) Ada komputer workstation (tempat kerja).
c) Sistem operasi pendukung jaringan seperti Win NT, Netware, Linux, dan sebagainya.
d) Peripheral (alat tambahan) seperti Network Interface Card (NIC), HUB, dan lain-lain.
e) Media penghubung antarkomputer seperti kabel, conector, terminator, dan lain-lain.

b. Metropolitan Area Network (MAN)

MAN merupakan jaringan yang mencakup area satu kota atau dengan rentang sekitar 10 – 45 km. Jaringan ini umumnya menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio. Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antarwilayah
dalam satu provinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar,sebagai contoh adalah jaringan bank di mana beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.

c. Wide Area Network ( WAN)

WAN merupakan jaringan yang mencakup antara kota dengan kota atau antarprovinsi dan bahkan negara atau benua. WAN juga merupakan sistem jaringan yang menghubungkan beberapa LAN dan tidak tergantung pada sebuah lokasi. Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit ataupun kabel bawah laut, sebagai contoh keseluruhan jaringan Bank BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara-negara lain menggunakan sarana WAN. Sebuah bank yang ada di Bandung dapat menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN, dan WAN tidak banyak berbeda
dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/