Jenis-Jenis Kabel Koaksial

By | January 15, 2019

Jenis-Jenis Kabel Koaksial

Jenis-Jenis Kabel Koaksial

Jenis-Jenis Kabel Koaksial

Jenis-jenis kabel koaksial adalah sebagai berikut.

• RG-8, RG-9, RG-11, digunakan untuk thick ethernet. Thick ethernet merupakan jenis kabel koaksial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0,5 inchi. Core (kabel data) yang dimiliki thicknet lebih tebal dibanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jauh dibandingkan dengan tinnet. Thicknet mampu membawa sinyal sepanjang 500 m. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh, biasanya thiknet digunakan sebagai backbone untuk
menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet. Transceiver merupakan sebuah device yang digunakan untuk menghubungkan coaksial thinnet ke kabel koaksial. Transceiver terdiri dari:

– Vampire tap yang digunakan untuk menghubungkan secara fisik ke kabel thicknet.

– Kabel transceiver digunakan untuk menghubungkan transceiver ke port AUI (Attachment Unit Interface) yang terdapat di LAN Card. AUI dikenal pula dengan istilah konektor DIX (Digital Intel Xerox).

• RG-58, digunakan untuk Thin Ethernet, merupakan kabel coaksial yang berukuran 0,25 inchi, memiliki kemampuan untuk transfer data maksimal dengan jarak 185 meter. Kabel
ini memiliki impedansi 50 ohm.

• RG 59, digunakan untuk televisi.

b) Kabel serat optik

Serat optik adalah kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar
karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi
serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Kabel optik banyak digunakan khususnya sebagai back-bone karena dapat digunakan hingga 2 km dan kapasitas bandwidth-nya besar hingga mempunyai daya tahan dari noise gelombang radio
atau motor yang berdekatan dengan kabel. Kabel ini digunakan dalam LAN yang berkecepatan tinggi (gigabit/detik; kecepatan cahaya 300.000 km/detik). Kabel ini tidak terpengaruh interferensi
dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi, tidak dapat disadap, dan data tidak dapat tercuri. Kabel ini berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal.

Sistem transmisi optik memiliki tiga komponen, yaitu sumber cahaya, media transmisi, dan detector cahaya. Sumber cahaya dapat berupa LED (Light Emiting Diode) ataupun laser ILD (Injected
Laser Diode).

Sumber cahaya melakukan konservasi isyarat listrik yang berasal dari pengirim menjadi berkas cahaya, yang kemudian dilintaskan pada media transmisi. Detector dipasang pada ujung
penerima untuk menangkap cahaya. Detector cahaya berupa fotodiode atau fototransistor yang berfungsi untuk mengubah cahaya menjadi isyarat listrik.

Kabel serat optik menyerupai kabel koaksial, tetapi tanpa diselubungi dengan anyaman kawat halus. Bagian tengah kabel (disebut inti) berupa kaca yang digunakan untuk melewatkan
cahaya. Inti ini diselubungi oleh lapisan kaca yang biasa disebut dengan cladding. Indeks refraktif cladding lebih rendah daripada inti. Sebagai akibatnya, cahaya yang memantul ke cladding akan
dipantulkan kembali ke inti. Bagian cladding dilapisi oleh jaket pelindung. Pada praktiknya, sejumlah serat optik dikemas menjadi sebuah kabel dan dibungkus dalam sarung. Saat ini terdapat tiga
teknologi serat optik, yaitu multimode step-index, multimode graded index, dan single mode.

Pada serat multimode, cahaya dapat dipantulkan dengan sudut yang berbeda. Transmisi multi mode step index merupakan teknologi paling dulu muncul. Karena keterbatasan panjang kabel,
kabel berteknologi multimode step index biasa dipakai dalam gedung. Kabel berteknologi multimode graded-index lebih fleksibel dalam hal panjang, sehingga cocok digunakan pada lingkungan
yang terdiri atas beberapa gedung atau dalam sebuah kampus yang besar. Pada mode tunggal (single mode), cahaya dipancarkan dengan arah yang lurus (tanpa pantulan). Teknologi ini cocok untuk jarak
jauh

Keuntungan kabel serat optik adalah sebagai berikut.

• Memiliki jalur yang lebih besar.
• Lebih ringan dan lebih kecil.
• Tidak terinferensi oleh elektromagnetik.
Standar serat optik adalah FDDI (Fibre Distributed Data Interface) dan SONET. FDDI merupakan standar dari ANSI (American National Standart Institute).

c) Kabel pasangan terpilin (twister pair)

Twister pair merupakan pasangan kabel yang saling dipilin dengan tujuan untuk mengurangi interferensi elektromagnetik terhadap kabel lain atau sumber dari luar. Contohnya adalah kabel
telepon. Macam kabel pasangan terpilin antara lain UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair).

(1) Unshielved Twisted Pair (UTP)

Jenis kabel ini paling populer digunakan pada sistem jaringan LAN. Panjang maksimal per segmen adalah 100 meter. UTP terdiri dari minimal sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin
(twisted) sesuai dengan namanya unshielved, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung. Kelemahan dari kabel ini adalah sering terjadinya crosstalk atau bercampurnya sinyal-sinyal dari
sebuah jalur dengan sinyal jalur lain, namun kelebihannya adalah harganya lebih murah. Kabel UTP terbagi dalam lima kategori.

• Kategori 1
Jenis ini biasa digunakan pada kabel telepon tradisional yang mampu membawa sinyal voice, tetapi tidak dapat membawa sinyal data.
• Kategori 2
Jenis kabel ini dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 4 Mbps (mega bit per second). Jenis kabel ini banyak digunakan dalam jaringan telepon
• Kategori 3
Kabel ini dapat dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 10 Mbps (mega bit per second). Jenis kabel ini banyak digunakan dalam sistem jaringan komputer.

• Kategori 4
Jenis kabel ini dapat mentransfer data dengan kecepatan 16 Mpbs, banyak digunakan dalam sistem jaringan komputer.
• Kategori 5
Jenis kabel ini dapat mentransfer data dengan kecepatan 100 Mbps, banyak digunakan dalam sistem jaringan komputer.
• Kategori 6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E, namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal
kerapatan lilitan pasang kabel namun juga tingkat penyaluran data, isolator kabel, dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, isolator dan pemisah tiap pasang
kabel semakin baik, maka semakin rendah noise sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang
kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1.000 Mbps atau Gigabyte LAN, tidak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.

Beberapa spesifikasi UTP yang lain adalah sebagai berikut.
• 100 BaseT
100 BaseT merupakan spesifikasi yang dihasilkan oleh Fast Ethernet Alliance kepada IEEE. Spesifikasi ini mendefinisikan implementasi ethernet berkecepatan 100 Mpbs dengan kabel pasangan
terpilin kategori 5 sebanyak 2 pasang pada jarak 100 m.

(2) Shielded twisted pair ((STP)
Untuk mengurangi adanya crosstalk pada UTP, Anda dapat menggunakan jenis kabel ini hanya saja harganya lebih mahal.

Baca Artikel Lainnya: