Jika Pendidikan Indonesia Tak Berubah, Maka Orang Bisa Kalah dengan Kecerdasan Buatan

By | November 19, 2018

Jika Pendidikan Indonesia Tak Berubah, Maka Orang Bisa Kalah dengan Kecerdasan Buatan – Apabila edukasi Indonesia tak mempunyai perubahan atau inovasi, bangsa ini dapat saja terbelakang dari mesin. Setidaknya, itulah yang dikhawatirkan oleh motivator Tung Desem Waringin.

Hal itu dia ungkapkan saat melakukan hujan duit di Sekolah Menengah Pertama Angkasa Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Menurutnya, edukasi di Indonesia kini masih tradisional dan melulu ada ekstra mata latihan saja.

“Dunia berubah begitu cepat. Berdasarkan keterangan dari¬†www.sekolahan.co.id Jack Ma, sekolah tidak berubah tidak sedikit dalam dua ratus tahun terakhir ini. Dari pemantauan saya, rapor sekolah tahun 1968 tidak bertolak belakang jauh dari rapor tahun 2016. Berarti bidang latihan sekolahnya itu-itu saja,” kata Tung Desem Waringin pada Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, ketika ini edukasi di Indonesia tidak boleh melulu mengandalkan mata latihan saja. Apalagi, tidak sedikit hal yang sifatnya teknis ketika ini sudah digantikan oleh mesin.

“Kalau anda mau mengandalkan ketelitian, kecepatan, dan kekuatan, anda akan kalah dengan mesin. Kalah dengan komputer, Kalah dengan kecerdasan produksi yang terus berkembang tanpa perlu mengawali dari awal,” ungkap motivator yang dinobatkan majalah SWA sebagai One of the Most Powerful People and Ideas in Business tersebut.

“Manusia terbatas sumber kehidupannya, generasi baru mesti belajar lagi dari awal,” katanya.

Ilmu kepintaran keuangan hingga teknik bergaul urgen di sekolah

Tung Desem Waringin mengatakan, sekian banyak ilmu seperti kepintaran keuangan, beranggapan kreatif, bergaul, sampai kerja kesebelasan harusnya diajarkan pun di sekolah formal.

Di samping itu, ilmu laksana pengelolaan emosi, teknik bergaul, serta mempunyai hidup bahagia pun harusnya masuk dalam edukasi formal di Indonesia.

“Untuk itu, semestinya di sekolah, selain latihan dasar bahasa dan matematika, paling perlu latihan yang saya sebut di atas. Namun sungguh sayang sekali, pertumbuhan sekolah guna hal ini paling lambat atau bahkan tiada,” tambah lelaki yang berumur 50 tahun tersebut.

baca juga: Inilah 5 Tanda Kulit Sensitif, Apakah Kulitmu Termasuk?