Menjelaskan Kesalahpahaman Pandangan Tentang Protein

By | September 6, 2018

Menjelaskan Kesalahpahaman Pandangan Tentang Protein

Protein jadi di antara komponen nutrisi yang dibutuhkan setiap hari di samping lemak dan karbohidrat. Protein dibutuhkan untuk menolong pemulihan, pemeliharaan, serta perkembangan otot.

Namun, sekian banyak pertanyaan mengawang-ngawang di dekat apa yang dilaksanakan protein guna tubuh. Baik tersebut soal jumlah asupan per hari, sumber protein yang tepat, atau akibat terlalu tidak sedikit mengonsumsi protein. Terkadang, sederet pertanyaan tersebut terjawab secara ilmiah. Namun, terdapat pula sejumlah di antaranya yang hanya mitos belaka.

Berikut tujuh mitos seputar protein yang patut kita ketahui.

Mitos #1 Semua sumber protein sama saja

Faktanya, tak seluruh sumber protein tersebut sama. Ada selama 20 jenis asam amino esensial dan nonesensial. Tubuh bisa memproduksi sejumlah 11 asam amino. Sementara 9 asam amino lainnya dapat didapatkan dari sejumlah jenis makanan laksana daging, ikan, produk susu, telur, dan kedelai.

Namun, bukan berarti makanan di luar tersebut tak berisi protein penting. Hanya saja, sumber protein di luar susunan di atas tidak meluangkan asam amino yang dibutuhkan tubuh.

“Jika Anda santap makanan dengan protein yang tidak menyeluruh sepanjang hari, kita usahakan mendapatkan seluruh asam amino yang diperlukan,” kata Mike Rousell, berpengalaman gizi sekaligus pengarang The MetaShred Diet, melansir LiveStrong.

Mitos #2 Terlalu tidak sedikit protein dapat merusak ginjal

Ginjal bermanfaat menyaring dan memecah produk metabolisme protein. Namun, konsumsi protein yang tidak sedikit sekalipun tak bakal merusak ginjal andai tubuh sehat.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun ini melibatkan 310 lelaki dan perempuan pradiabetes. Mereka diminta untuk mengekor program penurunan berat badan sekitar setahun. Periset mengejar bahwa asupan lebih dari 1,6 gram protein per kilogram berat badan dalam sehari tidak bersangkutan dengan kehancuran ginjal. Padahal, jumlah asupan ini dua kali asupan protein yang disarankan.

Mitos #3 Terlalu tidak sedikit protein memunculkan osteoporosis

Hal ini terdengar laksana fakta, namun sebenarnya melulu soal kesalahpahaman. Sebuah studi pada 2011 lalu melafalkan bahwa konsumsi lebih dari dua gram protein per kilogram berat badan dan tidak cukup dari 600 miligram kalsium masing-masing hari dapat mendorong penurunan kekuatan dan massa tulang. Namun, ini bukan sepenuhnya kekeliruan protein.

Jika seseorang menyimak asupan kalsiumnya, maka protein akan bermanfaat sebagaimana harusnya untuk mengawal kesehatan tulang.

Mitos #4 Tubuh tidak dapat menampung lebih dari 30 gram protein dalam sehari

Mitos ini berasal dari kenyataan bahwa tubuh membutuhkan 30 gram protein sehari. Porsi sejumlah itu diperlukan untuk menstimulasi sintesis protein dalam perkembangan otot. Protein yang bobrok dapat dibetulkan* untuk lantas membentuk protein anyar.

Jumlah 30 gram protein ini, kata Mike, ialah angka optimal. Jika ditambah, dia tak bakal memberikan guna tambahan.

Mitos #5 Tak terdapat istilah ‘kebanyakan protein’

Para berpengalaman menyarankan konsumsi protein lebih dari jumlah yang dianjurkan sebanyak 0,8 gram per kilogram berat badan. Namun, Mike menyinggung tak ada dalil yang tepat guna mengonsumsi protein lebih dari jumlah yang disarankan.

“Lebih dari itu, kita dapat menyerahkan sumber energi yang lebih baik guna tubuh dari lemak maupun karbohidrat,” kata Mike.

Mitos #6 Minuman berprotein sangat pas sesudah olahraga

Sebelumnya, sejumlah studi menyinggung bahwa mengonsumsi protein sesudah 30 menit sampai satu jam sesudah olahraga ialah cara tepat untuk menyusun otot. Namun, sejumlah tinjauan lain mengaku hal yang berbeda. Ada di antaranya yang menganjurkan* 4-6 jam, pun sekitar 2 jam untuk lantas mengonsumsi sejumlah 30 gram protein.

“Setelah olahraga, tubuh mengambil guna dari protein. Tak berati mesti sesegera mungkin. Yang terbaik ialah dua jam dan secara tertata dalam porsi santap setelahnya,” ujar Mike.

Mitos #7 Alpukat dan biji chia kaya bakal protein

Embel-embel sumber protein pada produk makanan tak dapat dipercaya begitu saja. Anda butuh meneliti kenyataan nutrisi di baliknya.

Alpukat berukuran sedang melulu mempunyai empat gram protein. Sementara biji chia melulu berisi protein selama tiga gram per sendok makan.

Baca Juga :