Mental ‘Penumpang’ Bikin Anak Enggak Mandiri

By | March 25, 2019

Mental ‘Penumpang’ Bikin Anak Enggak Mandiri

Mental 'Penumpang' Bikin Anak Enggak Mandiri

Mental ‘Penumpang’ Bikin Anak Enggak Mandiri

Fenomena passenger mentality atau mental ‘penumpang’

ini diamati dalam 10 tahun terakhir oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali.

Kebiasaan melindungi anak berlebihan di kalangan orang tua yang terus dibawa hingga anaknya dewasa, bisa mengakibatkan kemampuan sang anak dalam mengambil keputusan menjadi lumpuh.

Mulanya anak-anak dibedong, lalu digendong dan dituntun. Bahkan yang terjadi belakangan banyak orang tua mendampingi anak saat wawancara untuk masuk S2.

Ini salah satu penyebab utama yang mengakibatkan banyak kaum

muda kalah dalam mengejar karir dan impiannya,” kata Rhenald dalam peluncuran buku terbarunya berjudul Self Driving dan 30 Paspor di Kelas Sang Profesor di FEUI, Depok, Kamis 2 Oktober 2014.

Rhenald mengatakan, mentalitas penumpang (passenger mentality)

itu harus didobrak dan diubah menjadi mentalitas pengemudi (driver). Sehingga generasi muda menjadi lebih waspada dan berinisiatif tinggi serta berani mengambil keputusan.

“Bahkan, mereka diharapkan juga bisa mengambil langkah tegas, kreatif dan kritis,” ungkap Rhenald.

Dia menjelaskan bagaimana mental driver itu diaplikasikan pada mahasiswa yang dibimbingnya. Biasanya hanya duduk manis di kelas mendengarkan dosen, justru diterjunkan langsung ke dunia internasional guna mendapatkan pengalaman.

Sebanyak 30 mahasiswa itu diberi tugas untuk pergi ke satu negara yang bahasanya tidak boleh mirip dengan Indonesia. Kemudian mereka harus mengurus segala macam sendirian termasuk paspor, visa hingga rencana perjalanan.

Tugas ini bertujuan agar para mahasiswa mampu berpikir sendiri ketika di tengah kesulitan. Pasalnya, selama ini banyak mahasiswa yang hanya diajarkan terori saja.

Sehingga mereka hanya menjadi sarjana kertas yang hanya mampu memindah isi buku ke kertas. “Mereka yang bisa memindahkan ilmu dari otak ke seluruh tubuhnya itu baru sarjana hebat,” ungkap Rhenald.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-dan-contoh-seni-rupa-murni-daerah/