Menurut Penelitian, Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Seseorang Menjadi Kesepian

By | September 6, 2018

Menurut Penelitian, Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Seseorang Menjadi Kesepian

Kurang istirahat ternyata tak melulu membuat tubuh keletihan atau tidak cukup konsentrasi. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa saat tidak cukup tidur, ‘tubuh’ ingin merasa lebih kesepian.

Kesimpulan riset dari University of California, Amerika Serikat ini didapat sesudah peneliti mengerjakan tiga kali susunan penelitian.

Pada etape awal, studi ini mengerjakan penelitian kecil terhadap 18 orang dewasa berusia 18 sampai 24 tahun. Peneliti melihat pekerjaan sehari-hari partisipan ketika tidur malam yang lumayan dibandingkan saat tidak cukup tidur. Peneliti pun menilai semua partisipan ketika berhadapan dengan orang lain.

Hasilnya, peneliti mengejar peserta ingin menjaga jarak dengan orang lain ketika mereka tidak cukup tidur. Sebaliknya, ketika tidur lumayan mereka merasa lebih nyaman dan bisa dekat dengan orang beda sebesar 13 sampai 18 persen.

Melalui pemindaian otak, peneliti mengejar bahwa saat tidak cukup tidur orang ingin memandang orang beda sebagai ancaman. Peneliti berkesimpulan saat tidak cukup tidur, orang lebih ingin mengisolasi diri dan tidak percaya orang lain.

“Barangkali bukan kebetulan bahwa sejumlah dekade terakhir orang yang merasa kesepian bertambah seiring dengan penurunan durasi istirahat yang dramatis,” kata peneliti yang memimpin studi ini Eti Ben Simon, dilansir dari Metro.

Untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas, peneliti meneliti kualitas dan kuantitas istirahat 140 orang. Partisipan yang tidak cukup tidur mengadukan mereka merasa kesepiaan pada hari berikutnya.

Hasil ini menciptakan peneliti www.bukumedis.com kembali unik kesimpulan, semakin lelah seseorang, ia bakal merasa semakin kesepian dan terus mengisolasi diri sebab kelelahan.

Pada riset berikutnya, peneliti meminta 1.000 orang untuk menyaksikan video semua partisipan yang tidak cukup tidur dan istirahat cukup. Sekitar 1.000 orang tersebut* diminta guna mengukur tingkat kesepian orang di dalam video tersebut.

Hasilnya, orang yang tidak cukup tidur dirasakan merasa lebih kesepian dan orang ingin tak hendak bekerja sama dengan mereka. Temuan unik lainnya, orang yang menyaksikan video tersebut juga mengadukan diri mereka ikut merasa kesepian setelah menyaksikan video orang yang tidak cukup tidur. Hal ini menciptakan peneliti memutuskan perasaan kesepian tersebut dapat menyebar dan menguras tenaga.

Baca Juga :