Negara-Negara Pendukung Kemerdekaan Indonesia

By | December 8, 2018

Negara-Negara Pendukung Kemerdekaan Indonesia

sebuah negara itu akan diakui kemerdekaannya kecuali sudah mencukupi lebih dari satu syarat? Ya. Ada lebih dari satu syarat yang harus dipenuhi oleh negara kami ini, dahulu, sesudah memproklamasikan kemerdekaan. Untuk dapat terlampau terbebas berasal dari penjajah dan merdeka jadi sebuah negara, Indonesia harus mencukupi dua unsur, yakni unsur konstitutif dan terhitung unsur deklaratif. Apa maksud berasal dari kedua unsur itu? Yuk kami bahas.

Kalau kami lihat berasal dari aspek unsur konsitutif yang meliputi wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat, Indonesia sudah memenuhinya. Akan tetapi, Indonesia paska proklamasi tetap belum mencukupi unsur deklaratif, yakni pernyataan berasal dari negara-negara lainnya. Nah perihal itu lah yang membawa dampak Indonesia butuh ada dukungan dan pengakuan.

Sama halnya dikala anda berkenan mengadakan acara pensi di sekolah. Kamu sudah memiliki kepanitiaan, sudah memiliki tempat, sudah memiliki proposal anggaran. Tapi, kecuali acara anda yang sudah siap 70% itu nggak dapat pernyataan atau persetujuan berasal dari Pembina, Kepala Sekolah, atau pihak-pihak yang berkepentingan menambahkan izin, maka percuma saja persiapan anda itu. Hasilnya ya dapat saja acaramu itu disita alih oleh event organizer, dan anda bukan jadi panitia intinya. Ujung-ujungnya yaa rugi Squad.

Begitulah terhitung bersama negara kami ini. Indonesia butuh dukungan dan pernyataan berasal dari negara-negara lain. Untungnya, di dalam kurun sementara setahun sesudah proklamasi, Indonesia mendapat dukungan berasal dari bermacam negara. Negara-negara pertama yang menambahkan dukungan dan mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir, India, dan Australia.

MESIR

Dukungan Mesir pada Indonesia berlanjut dikala Muhammad Abdul Mu’im selaku Konsul Jenderal Mesir, datang ke Yogyakarta pada 13-16 Maret 1947. Tujuan berasal dari kedatangannya adalah untuk menyampaikan pesan berasal dari Liga Arab yang menunjang kemerdekaan Indonesia. Peran Mesir terlampau besar di dalam pernyataan kemerdekaan Indonesia, gara-gara Mesir merupakan negara yang sering mengeluarkan wejangan agar negara-negara bagian Liga Arab mengakui kemerdekaan Indonesia.

Kemudian, pada tanggal 10 Juni 1947, berlangsung penandatanganan perjanjian persahabatan antara Indonesia bersama Mesir. Pihak Indonesia diwakilkan oleh Haji Agus Salim, A.R. Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi. Sedangkan pihak Mesir diwakilkan oleh Mahmud Fahmi Nokrashi. Nah, untuk pertama kalinya nih Squad, Republik Indonesia mendirikan Kedutaan Besar RI di luar negeri.

INDIA

Pada th. 1946, Indonesia lakukan diplomasi beras bersama India. Indonesia mengirim dukungan sebesar 500.000 ton beras kepada India yang sementara itu sedang mengalami krisis pangan akibat penjajahan Inggris. Nah anda tahu nggak? Sebenarnya, diplomasi yang dilaksanakan oleh Sutan Syahrir ini lebih berbentuk politis. Kenapa? Karena bersama peran Indonesia kepada India, India jadi salah satu negara di Asia yang tetap gencar menyuarakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Waah pinter banget ya.

Kemudian, India memprakarsai diadakannya Konferensi Inter-Asia atau Konferensi New Delhi pada 20-25 Januari 1949, dan yang memprakarsai adalah Pandit Jawaharlal Nehru. Bahkan nih ya Squad, India hingga mengirimkan pesawat untuk menjemput delegasi Indonesia, yakni H. Agus Salim. Konferensinya sendiri, dihadiri oleh lebih dari satu negara seperti Arab Saudi, Ethiopia, Burma, Iran, Irak, Australia, Afganistan, Selandia Baru, Yaman, Sri Lanka, Nepal, Republik Rakyat Tiongkok, dan Muangthai.

Lalu, apa sih hasil berasal dari Konferensi Inter-Asia ini? Nah hasilnya ini disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) oleh Nehru. Kemudian DK PBB mengeluarkan resolusi pada 28 Januari 1949 sebagai tindaklanjut berasal dari hasil Konferensi New Delhi.

AUSTRALIA

Secara geografis, Indonesia terlampau berdekatan bersama Australia, perihal itulah yang membawa dampak Australia ikut terlibat di dalam menyuarakan dukungan kemerdekaan Indonesia. Salah satu bentuk dukungannya adalah peristiwa “Black Armada” yang berlangsung pada 24 September 1945. Pada sementara itu berlangsung boikot besar-besaran pada kapal-kapal punya Belanda di Pelabuhan Brisbane, Sidney, Melbourne, dan Fremantle yang mempunyai persenjataan punya Belanda menuju Indonesia.

Kejadian berikut mendapat dukungan oleh Partai Buruh Australia yang pada sementara itu menguasai pemerintahan Australia. Lalu apa akibat berasal dari peristiwa Black Armada? Akibatnya sebanyak 400 armada kapal punya Belanda yang berlabuh di Australia tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Selain itu para pekerja di pelabuhan Sydney terhitung menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor diplomatik Belanda dan memasang spanduk bertuliskan “hands off Indonesia”.

Berbagai usaha yang dilaksanakan oleh Australia di dalam mengakui kemerdekaan Indonesia mendapat pujian berasal dari Sutan Sjahrir di dalam pidatonya pada th. 1945. Sjahrir tunjukkan bahwa Austalia adalah “teman”. Kenapa? Karena lihat berasal dari pengalaman kedua negara pada sementara perang Pasifik melawan Jepang. Sutan Sjahrir terhitung berjanji kecuali Indonesia merdeka, maka Indonesia akan menunjang kedaulatan Australia.

Selain ketiga negara itu, ada terhitung nih dukungan berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB adalah organisasi internasional yang besifat international dan dibentuk sesudah berakhirnya Perang Dunia II, yakni pada tanggal 24 Oktober 1945. Pelopor berasal dari berdirinya PBB adalah Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Prancis, dan Republik Rakyat Tiongkok.

Sejak PBB didirikan, instansi ini konsisten menunjang Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Selengkapnya : www.gurukelas.co.id