Panduan basic ternak kelinci

By | September 20, 2018

Table of Contents

Panduan basic ternak kelinci

Peluang usaha ternak kelinci memadai menjanjikan sebab kelinci termasuk hewan yang ringan dijinakkan, ringan beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Secara umum terkandung dua kelompok kelinci, yakni kelinci budidaya dan kelinci hias. Kelinci budidaya adalah model kelinci yang dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya atau diambil alih kulit dan bulunya. Sedangkan kelinci hias adalah model kelinci untuk hewan kesayangan.

Panduan basic ternak kelinci

Sebenarnya tak tersedia batasan tentu antara kelinci hias dan budidaya. Banyak ras kelinci yang awalannya diperlakukan sebagai kelinci hias, dikemudian hari dimanfaatkan jadi kelinci pedaging. Karena ras tersebut mempunyai keunggulan pedaging layaknya bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot cepat dan perkembangbiakannya tinggi. Begitu pula sebaliknya, kelinci yang awalannya diperuntukan untuk pedaging tetapi sebab bentuk dan rupanya indah memukau, sesudah itu dikembangkan sebagai kelinci hias.

Jenis kelinci budidaya
Terdapat tiga fokus utama di dalam ternak kelinci, yakni berorientasi pada daging, kulit dan bulu. Jenis-jenis kelinci pun mempunyai keunggulan berbeda-beda, tersedia yang unggul di pertumbuhan daging, kualitas kulit dan memproses bulu atau woll. Di Indonesia, ternak kelinci tetap didominasi oleh kelinci pedaging. Hal ini sebab industri kulit dan woll kelinci belum berkembang luas.

Ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kelinci supaya mampu disesuaikan bersama dengan orientasi ternak kita, apakah senang fokus pada daging, kulit atau bulu. Kementerian Pertanian mengeluarkan saran untuk para peternak kelinci supaya memelihara kelinci sesuai peruntukannya. Berikut jenis-jenisnya:

Pedaging: Flemish Giant dan New Zealand White
Kulit: Rex dan Satin
Bulu atau woll: Angora
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan melihat mengenal jenis-jenis kelinci budidaya.

Menyiapkan kandang
Secara umum terkandung dua model kandang yakni, sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka bersifat hamparan lahan yang sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran di dalam area tersebut. Dalam area kandang disajikan naungan untuk berteduh dan area istirahat. Kandang terbuka ini udah jadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem layaknya ini pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi terkecuali hamparannya luas, kelinci dibiarkan melacak makan sendiri jadi terkecuali sekali-kali telat di dalam memberi pakan tidak mesti khawatir. Kelemahan sistem ini perlu lahan yang luas. Hanya layak ditunaikan di pedesaan di mana ketersediaan lahan memadai besar.

Kandang tertutup merupakan kandang yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang model ini sesuai untuk usaha ternak intensif. Budidaya kelinci bersama dengan sistem kandang tertutup perlu dua model kandang, yakni model postal dan model baterai. Kandang model postal adalah kandang untuk memasang beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan dan memelihara anak-anak kelinci. Sedangkan kandang model baterai adalah kandang yang dirancang untuk mewadahi satu ekor kelinci per kandang, biasanya bersifat rak bersusun. Cocok digunakan untuk pembesaran. Untuk paham lebih jauh tentang sistem perkandangan kelinci, silahkan melihat tipe-tipe kandang kelinci.

Memilih indukan
Memilih bibit atau calon indukan mesti terlalu diperhatikan. Karena bibit berperan besar memilih tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci memilih produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Berikut ini beberapa trik untuk memilih bibit ternak kelinci potong:

Cari kelinci yang mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang membuahkan banyak anak di dalam sekali kelahiran.
Bobot tubuh indukan kelinci betina sedikitnya 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
Memiliki pinggul yang bulat penuh.
Punggung tidak cekung.
Mata cerah, tidak muncul lesu dan ngantuk.
Bulu bersih, terutama di kira-kira kelamin.

Memberi pakan
Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi hijauan. Untuk usaha ternak, kita mampu memberikan hijauan, konsentrat, ditambah bersama dengan vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, layaknya sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga model rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya. Selengkapnya mampu dilihat di dalam jenis-jenis makanan kelinci.

Sedangkan konsentrat biasanya bersifat pelet buatan pabrik. Pemberian pelet ditunaikan untuk memudahkan dan membawa dampak praktis dukungan pakan. Pelet biasanya udah mempunyai takaran nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet sebetulnya memadai mahal, tetapi ketersediaan dan kontinuitasnya lebih terjamin. Hal ini terlalu dibutuhkan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Pemberian hiijauan di mulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijaun yang diberikan sebaiknya dilayukan terutama dahulu untuk menghindar kembung pada anak kelinci, yang mampu membawa dampak kematian. Anak kelinci biasanya disapih sehabis berumur 8 minggu.

Total kebutuhan pakan untuk kelinci capai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda sampai 4 bulan perlu hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan perlu 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan kala dukungan pakan konsentrat bersama dengan hijauan. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari kira-kira jam 10.00, hijauan mampu diberikan pada pukul 13.00-18.00.

Mengawinkan kelinci
Salah satu parameter untuk melihat produktivitas ternak kelinci adalah bersama dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi bersama dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, bergantung pada model rasnya. Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak dapat menujukkan gejala berahi sebagai berikut:

Terlihat gelisah, perilakunya selamanya mencari-cari pejantan.
Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
Vulva berwarna kemerahan dan basah.
Mengawinkan kelinci mampu bersama dengan dua cara, yakni secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok ditunaikan bersama dengan cara memasukkan sejumlah betina dan pejantan di dalam satu area. Satu pejantan mampu mengawini 5-10 betina.

Sedangkan cara berpasangan ditunaikan bersama dengan memasukkan satu betina dan satu jantan di dalam satu kandang. Selama era perkawinan, amati apakah berjalan perkawinan atau tidak. Bila tidak, mungkin tidak cocok. Ganti pejantan bersama dengan yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang mesti diketahui di dalam mengawinkan kelinci:

Kelinci siap untuk dikawinkan sehabis berumur 6-12 bulan, bergantung model ras.
Masa berahi kelinci berjalan sepanjang 11-15 hari.
Dari era berahi satu ke era berahi sesudah itu berjalan sepanjang 2 minggu.
Masa kehamilan berjalan 28-35 hari, bergantung model ras.
Secara alami era menyusui kelinci mampu berjalan sepanjang 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci era menyusui eksklusif ditunaikan sepanjang 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan supaya belajar makan sambil selamanya menyusui, jangan disapih. Anak kelinci mampu disapih sehabis 8 minggu.
Kelinci betina mampu dibuahi ulang (subur kembali) sehabis 2 minggu termasuk sejak melahirkan.
Dalam satu tahun, kelinci mampu mengalami sampai 5 kali kehamilan.
Jumlah anak di dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, bergantung model ras.
Masa produktivitas biasanya berjalan 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya kuantitas dan kualitas anakan menurun.
Panen ternak kelinci
Tidak tersedia patokan pada umur berapa ternak kelinci mampu dipanen. Pasar kelinci kala ini tidak semasif model daging lain layaknya unggas, sapi atau kambing. Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, sehabis era penyusuan. Karena kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak dapat bertahan terpisah dari induknya.

Sedangkan untuk pedaging, biasanya dipanen sehabis kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama kala penggemukan untuk capai bobot tersebut berjalan kira-kira 2-3 bulan. Bila dijual lebih lama lagi, biasanya udah tidak ekonomis sebab kelinci perlu pakan yang lebih banyak. Apabila kita idamkan menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara sampai kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak ulang diperhitungkan per kg, tetapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.

sumber : https://www.budidayaternak.com/