Pemasaran Android

By | April 13, 2019

Pemasaran Android

Pemasaran Android

Pemasaran Android

PEMASARAN ANDROID Dalam dunia bisnis

akan ada yang namanya persaingan dan juga kebanjiran pemesan. Hal ini tentu bukanlah hal yang asing lagi. Apalagi dijaman yang semakin berkembang ini, gadget – gadget canggih sudah seperti kebutuhan hidup yang wajib terpenuhi. Berawal dari handphone monophonic, lalu poliphonic, hingga yang memiliki camera dan video camera, mp3 player, dan masih banyak lagi. Ya tapi semua itu hanya berjaya dimasanya. Produk – produk baru yang akan bermunculan dimasa depan akan memberikan pencerahan baru dalam bisnis gadget ini. Sebut saja smartphone yang sedang ramai dibicarakan di berbagai kalangan. Sebuah handphone yang tak pernah lepas dari genggaman kita pun akan terasa semakin nyaman bila didalamnya terdapat aplikasi yang biasanya hanya bisa kita gunakan di komputer atau laptop. Persaingan dalam pasar mengenai permintaan smartphone pun tak terbendungkan lagi. Pasalnya masyrakat Indonesia sudah sangat menantikan gadget – gadget yang bisa memanjakan si pemakainya. Pasar smartphone dunia mengalami perubahan yang cukup signifikan sejak ponsel pintar dengan sistem operasi Android terus merangsek ke jajaran atas.

 

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Lembaga riset Comscore

baru saja mengumumkan survey terbaru mereka. Hasilnya, terungkap bahwa ponsel berbasis Android terus merebut pasar ponsel kompetitor. Kini, di Amerika Serikat, smartphone berbasis sistem operasi Android mencapai 33 persen. Itu artinya, 1 dari 3 smartphone yang terjual adalah smartphone berbasis Android. Dengan statistik tersebut, tentu saja mengancam kompetitor smartphone lainnya. Sebut saja smartphone populer seperti BlackBerry. Research In Motion merupakan produsen yang paling merasakan imbas dari lonjakan peminat terhadap Android. Pangsa pasarnya turun 4,1 persen dalam kurun waktu November 2010 sampai Februari 2011. Meski demikian, perusahaan itu masih menguasai 28,9 persen pangsa pasar smartphone AS. Selain itu, smartphone lain pun tak luput dari imbas meningkatnya pasar Android. Microsoft dan Palm misalnya.

 

Microsoft mengalami penurunan 1,3 persen ke total 7,7 persen pasar

sementara Palm turun 1,1 persen ke total 2,8 persen pasar di Februari 2011. Meski 1 dari 3 smartphone yang terjual di AS adalah smartphone Android, tetapi berkat iPhone 4, Apple berhasil bertahan. Pangsa pasarnya malah naik 0,2 persen di kurun waktu tersebut. Tapi hal tersebut mungkin saja tidak menggambarkan pangsa pasar smartphone secara global. Di Indonesia misalnya. Pangsa pasar smartphone cukup berimbang, di mana blackberry sedikit lebih unggul dalam penjualan. Namun, bisa saja tren Android juga menyerang hingga Indonesia. Karena berdasarkan data dari Comcore, penjualan smartphone dengan os keluaran Google ini terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. Jika terus seperti ini, Android bisa saja melakukan hal fantastis di masa silam seperti halnya Microsoft (PC) dan Facebook (Social Network) yang berhasil masuk menerobos dan langsung menguasai pasar dunia di bidang sistem operasi PC dan social network. Langkah yang dilakukan oleh Android ini sangat tepat. Dengan menggandeng banyak vendor dan operator seluler, penetrasi ke pasar akan semakin mudah.

 

Arief menambahkan kesadaran merek dari konsumen terhadap Android ini cukup tinggi.

Walaupun data penjualannya masih telalu dini untuk diukur, apresiasi konsumen sangat positif dan popularitas Android pun turut terdongkrak. Buktinya, sejak Februari lalu, komunitas android-indonesia.com sudah mencapai 1.200 anggota. Sepertinya di negara ini ponsel berfitur sudah mulai ditinggalkan dan mulai beralih ke smartphone. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena ponsel Android, banyak yang menganggap penggunaannya lebih mudah, banyak model, harga terjangkau, dan banyaknya konten gratis yang bisa diunduh. Belum lama ini Samsung juga telah meluncurkan smartphone Android teranyarnya, Galaxy S II di Indonesia yang akan dilepas tanggal 23 Juli. Biar bagaimanapun, produk – peroduk seperti ini tentunya mempunyai masa kejayaannya. Tentu akan ada kemungkinan beberapa tahun kedepan akan ada lagi kemunculan produk – produk baru yang lebih canggih bahkan bisa menenggelamkan apa yang sekarang sedang booming di masyarakat.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/