Pembangunan Sarana Pendidikan Menjadi Prioritas Pemerintah Pada Tahun 2019

By | November 19, 2018

Pembangunan Sarana Pendidikan Menjadi Prioritas Pemerintah Pada Tahun 2019 – Pemerintah meyakinkan tetap bakal meningkatkan perkiraan untuk infrastruktur di 2019. Meski pada tahun depan menginjak tahun politik dengan adanya Pemilihan Presiden (Pilpres).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah tidak akan meminimalisir atau menghentikan perkiraan infrastruktur di tahun depan. Bahkan menurut keterangan dari dia, anggarannya bakal terus ditambah.

?”Oh tidak. Ada eskalasi infrastruktur di tahun 2019. Angkanya di atas Rp 110 triliun,” ujar dia di Kantor Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Berdasarkan keterangan dari dia, perkiraan tersebut akan dianggarkan untuk infrastruktur prioritas. Selain tersebut juga guna pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

“Infrastruktur secara menyeluruh, masih urusan yg utama guna perbaikan infrastruktur darat, laut, udara. Kemudian pun untuk sehubungan dengan penyediaan SD, SMP yang kini ini tidak sedikit yang terbengkalai,” tandas dia.

Sebagai informasi, pada 2015 pemerintah mengalokasikan perkiraan infrastruktur sebesar Rp 290 triliun. Pada 2016 alokasi perkiraan tersebut naik menjadi Rp 313 triliun.

Kemudian pada 2017, pulang mengalami eskalasi Rp 387,3 triliun. Dan pada 2018 perkiraan tersebut naik menjadi Rp 410,4 triliun.

Pemerintah Tak Bakal Kurangi Anggaran Infrastruktur dalam RAPBN 2019

Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengaku tidak akan meminimalisir porsi perkiraan pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) tahun perkiraan 2019 atau dinamakan RAPBN 2019.

Meskipun kata dia, pemerintah tengah konsentrasi memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tidak (mengurangi porsi pembangunan infrastruktur). Ya dengan kata lain APBN tersebut naik dari tahun ke tahun, kenaikannya dapat dipakai guna ke SDM,” kata Darmin sat didatangi di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Darmin mengatakan, pembangunan infrastruktur ketika ini terus dijalankan oleh pemerintah. Dengan begitu, tidak memungkinkan perkiraan tersebut bisa dikurangi. “Enggak. Karena lagipula yang telah berjalan, masa di setop yang telah berjalan,” imbuh dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan Sidang Kabinet Paripurna berhubungan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (R-APBN) 2019 atau dinamakan RAPBN 2019 di Istana Negara.

Dalam peluang itu, Presiden Jokowi pulang mengingatkan semua jajaran di kabinetnya untuk menyerahkan perhatian yang lebih banyak terhadap pengembangan sumber daya insan (SDM).

“Kembali lagi saya hendak menegaskan bahwa prioritas pengembangan sumber daya insan menjadi desakan dan perhatian dari masing-masing kementerian yang ada,” ujar dia di Istana Negara.

Berdasarkan keterangan dari www.bahasainggris.co.id dia, ada sebanyak program yang menjadi konsentrasi pemerintah dalam pengembangan SDM, salah satunya pelatihan vokasi.

Dalam implementasinya, pemerintah sudah menggandeng sektor industri. Hal ini pun diharapkan dapat diikuti oleh sektor-sektor lain. “Saya harapkan khususnya untuk vocational school, vocational training, lantas kemitraan dengan industri, upgrading di ketenagakerjaan anda dan kementerian lain,” kata dia.

baca juga: Jika Pendidikan Indonesia Tak Berubah, Maka Orang Bisa Kalah dengan Kecerdasan Buatan