Respons Kemendikbud Soal Nilai Matematika 20

By | March 25, 2019

Respons Kemendikbud Soal Nilai Matematika 20

Respons Kemendikbud Soal Nilai Matematika 20

Respons Kemendikbud Soal Nilai Matematika 20

 

Kemendikbud angkat bicara soal polemik pekerjaan rumah (PR)

matematika diberi nilai 20 padahal jawabannya sudah benar.

Seperti diketahui, akun media sosial atas nama Muhammad Erfas Maulana menjadi buah bibir dan menghebohkan forum dunia maya.

Penyebabnya, dia mengunggah PR matematika adiknya yang diberi nilai 20 oleh gurunya, meski semua jawabannya benar.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud Ibnu Hamad

menjelaskan, untuk menghindari hafalan, sejak duduk di Sekolah Dasar (SD), murid-murid sudah harus diajarkan guna merangsang logika.

“Dalam pelajaran matematika itu ada yang disebut mathematics realistic education (MRE),” ungkap Ibnu kepada Sindonews, Senin (22/9/2014).

Ibnu menerangkan, dalam kasus itu sebagai contohnya 4+4+4+4+4+4 = ยทยทยท x. …= …. maka yang harus dilihat perkaliannya. Bilangan 4 tersebut dikalikan sebanyak 6 kali. Maka dari itu angka 4-nya ada 6. Untuk itu ditulisnya menjadi 6×4, bermakna ada 6 kali angka 4 nya.

“Bandingkan dengan 6+6+6+6. Di sini angka dikalikan sebanyak 4 kali

. Ingat, poinnya adalah perkalian. Sehingga ditulis 4×6 karena angka 6 nya ada 4 kali, ini harus diajarkan mulai SD untuk menghindari hafalan. Sebaliknya, pembelajaran seperti ini untuk merangsang logika,” tuturnya.

Diketahui, akun media sosial atas nama Muhammad Erfas Maulana menjadi buah bibir dan menghebohkan forum dunia maya. Penyebabnya, dia mengunggah pekerjaan rumah (PR) matematika adiknya yang diberi nilai 20 oleh gurunya meski semua jawabannya benar.

Sang guru menyalahkan hampir semua jawaban PR anak kelas 2 SD itu, karena konsep atau cara pengerjaannya berbeda dengan cara guru tersebut. Para pengguna Facebook pun ramai memperbincangkan masalah itu.

 

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/cara-membuat-jaring-jaring-kubus/