Upaya Penanganan Adiksi Online Game

By | September 17, 2018

Upaya Penanganan Adiksi Online Game

Permainan terlalu digemari tidak cuma anak-anak namun juga orang dewasa. Permainan yang butuh kesibukan di luar ruangan mampu merangsang perkembangan fisik anak. Anak mesti berlatih gerakan-gerakan tubuh (motorik) untuk perkembangan fisiknya. Bermain di luar ruangan di antaranya bermain bola, memanjat, berseluncur, dan melompat.

Sama halnya orang dewasa yang dianjurkan berolahraga untuk kebugaran badan, anak butuh kesibukan di luar ruangan untuk perkembangan fisik. Di zaman sebelum saat teknologi maju layaknya saat ini ini, anak-anak gemar bermain beragam permainan tradisional. Dilansir berasal dari Sahabat Keluarga Kemdikbud.go.id bahwa permainan tradisional mampu menambah perkembangan sosial anak. Permainan tradisional yang dimainkan oleh beberapa anak memungkinkan berlangsung pertalian sosial. Contoh permainan tradisional yang bagus adalah gobak sodor, kucing-kucingan, congklak, gasing, dan engkle.

Seiring beranjaknya waktu, kemajuan teknologi makin pesat. Kemunculan teknologi internet memudahkan pengguna untuk mengakses. Banyak juga muncul permainan modern yang makin canggih yang tawarkan sejumlah kesenangan, keasyikan, kemudahan, dan ketagihan. Mulai berasal dari video game hingga permainan berbasis internet (online game). Dengan menjamurnya warung internet, menjamur pula permainan-permainan berbasis internet. Warung internet dipenuhi oleh siswa-siswa tidak cuma untuk menopang selesaikan tugas sekolah, namun juga untuk bermain. Tidak jarang orang tua memarahi anaknya dikarenakan menghabiskan duit dan waktunya untuk bermain online game.

Online game mampu mengakibatkan adiksi atau kecanduan bagi pemainnya. Menurut Weinstein, adiksi online game ditandai oleh sejauh mana pemain game bermain secara terlalu berlebih yang mampu berpengaruh negatif bagi pemain game tersebut. Online game digemari oleh seluruh kalangan merasa berasal dari anak umur sekolah basic hingga orang dewasa. Perilaku yang nampak terhadap anak yang adiksi terhadap online game mampu berdampak negatif terhadap diri anak. Hal ini butuh usaha penanganan yang benar-benar oleh orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar.

Upaya penanganan adiksi online game mampu di mulai berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua, guru, dan orang-orang di lebih kurang mesti bekerjasama untuk mengawasi dan menanggulangi adiksi online game terhadap anak. Cara penanganan yang mesti dilaksanakan oleh orang tua yakni menanamkan nilai-nilai agama kepada anak, mengikutsertakan anak-anak di dalam kesibukan motorik berbasis lingkungan (baik di rumah maupun di luar), mengawasi anak dikala bermain gawai (gadget), serta mengatur jadwal studi dan bermain anak.

Di lingkungan sekolah yang mesti dilaksanakan oleh guru dan pihak sekolah di antaranya adalah mengadakan seminar bagi orang tua bersama dengan tujuan untuk menambahkan ilmu tentang adiksi online game dan menambahkan materi penyuluhan penanganan adiksi online game terhadap kala kesibukan ekstrakurikuler anak di sekolah. Di lingkungan masyarakat, mesti digalakkan kesibukan gotong royong semacam menghias kampung untuk menjalin pertalian sosial antarsesama dan menarik perhatian anak berasal dari online game.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/